Posted on

Kenaikan tarif FEDEX dan pemberlakuan berat volumetrik Korea Post

Mulai 1 Januari 2020 akan ada kenaikan tarif FEDEX. Tarif baru dapat dilihat di tabel di bawah. Untuk pengiriman ke Indonesia, kenaikan tarifnya sangat kecil (sekitar 500-3000 won).

Seperti yang telah kami umumkan sebelumnya, mulai 15 Desember 2020, perhitungan berat kiriman udara internasional Korea Post (EMS & Kpacket) akan berubah menjadi berdasarkan nilai yang lebih besar di antara berat aktual dan berat volumetrik.

Berat volumetrik kiriman Korea Post (kg) = Panjang x Lebar x Tinggi (dalam cm) / 6000

Akan tetapi, pemberlakuan peraturan baru mulai 15 Desember 2020 tersebut berlaku untuk umum, sedangkan rekan gudang kami di Korea (warehouse Daejeon dan Gyeonggi) adalah klien kontrak Korea Post sehingga mendapatkan keuntungan, yaitu

1. Perhitungan berat kiriman berdasarkan berat aktual dan berat volumetrik akan berlaku mulai 16 Juni 2021

2. Tanggal 16 Januari 2021 – 15 Juni 2021 adalah masa transisi dimana perhitungan berat kiriman berdasarkan berat aktual saja, dengan syarat berat volumetriknya tidak lebih dari 2x berat aktual. Jika berat volumetriknya lebih dari 2x berat aktual, maka berat kiriman berdasarkan berat volumetrik.

Contoh: Berat aktual = 2 kg

  • Jika berat volumetrik = 4 kg (tidak lebih dari 2x berat aktual), maka pada masa transisi (16 Januari – 15 Juni 2021) berat kiriman dikenakan 2 kg
  • Jika berat volumetrik = 5 kg (lebih dari 2x berat aktual), maka pada masa transisi berat kiriman dikenakan 5 kg

Oleh karena itu, ongkos kirim shared ems juga akan berdasarkan pada berat dan ukuran paket. Selain itu, jika tarif lama (1.000 won/100 gram) merugikan kami setelah pemberlakukan berat volumetrik, maka tarif (ongkos kirim) shared ems akan kami tinjau ulang dan akan mengalami perubahan.

Untuk pemilik paket yang ingin menggabungkan beberapa paket menjadi 1 paket (1 resi ems), jika tidak ingin kena volume besar, maka pemilik paket disarankan untuk request lepas kardus. Untuk pemilik paket yang ingin paketnya dikirim apa adanya (hanya 1 paket), pastikan ukuran kardus sesuai dengan ukuran barang agar volumenya tidak terlalu besar.

 

Sumber : website resmi Korea Post

https://ems.epost.go.kr/front.EmsNewsDetail.postal?seq=963&db=notice

 

Perbandingan ongkos kirim Korea Indonesia (termasuk biaya tambahan yang selalu dikenakan, kecuali FEDEX)

Catatan :

  • FEDEX (International Priority) belum termasuk
    • fuel surcharge yang besarnya berubah tiap minggu. Cek % fuel surcharge di sini. Besar fuel surcharge = % fuel surcharge x tarif FEDEX. Contoh : jika tarif FEDEX 100.000 won, fuel surcharge 13%, maka besar fuel surcharge 13.000 won
    • ODAS (out of delivery area surcharge) 30.000 won untuk wilayah di luar wilayah pengantaran FEDEX. Untuk mengetahui apakah alamat penerima terkena ODAS atau tidak, bisa dicek di website FEDEX
  • DHL 
    • sudah termasuk ESS (emergency situation surcharge) 1200 won/kg yang dikenakan oleh DHL selama pandemi COVID19
    • belum termasuk biaya tambahan ke area terpencil (remote area) untuk daerah terpencil
  • Ongkir ems & kpacket sudah termasuk STF (special transportation fee/ biaya tambahan transportasi udara) sebesar 100 won/ 100 gram (berdasarkan kategori berat kiriman, bukan berat aktual) yang dikenakan oleh Korea Post selama pandemi COVID-19 (berlaku mulai 5 Oktober 2020).
  • Kpacket sudah termasuk biaya tambahan sebesar 3.000 won tapi sejak pandemi COVID19 hingga saat ini kpacket ke Indonesia sedang ditiadakan untuk sementara
  • Surface parcel (sea parcel) sudah termasuk biaya tambahan sebesar biaya repacking. Rincian biaya repack: cek di sini.
  • Semua metode pengiriman kecuali shared ems belum termasuk biaya customs handling yang ditagih masing-masing perusahaan jasa kirim (Pos, DHL, FEDEX, UPS) sebelum paket dikirimkan ke penerima paket. Rincian cek di sini atau di website masing-masing perusahaan.
  • Ongkos kirim FEDEX & DHL yang tercantum di tabel adalah tarif setelah diskon (diskon hingga 65%), jauh lebih murah daripada ongkos kirim di website DHL & FEDEX
Share